Berita Arena Olahraga E-Sport Terbaru, Peringati Hari Pahlawan PB ESI Adakan Kompetisi Free Fire

Berita Arena Olahraga E-Sport Terbaru, Peringati Hari Pahlawan PB ESI Adakan Kompetisi Free Fire

Pada tanggal 10 November tahun 2020 masyarakat Indonesia memperingati hari nasional yaitu hari pahlawan. PB e-Sport Indonesia atau dikenal dengan sebutan PB ESI  juga turut memeriahkan hari pahlawan ini. Dalam rangka memperingati hari pahlawan PB ESI menggelar sebuah turnamen elektronik untuk mencari atlet e-Sport terbaik. Acara ini dinamakan sebagai Kompetisi Free Fire yang diikuti antar pelajar di wilayah Jabodetabek. Pertandingan elektronik sport atau yang disingkat menjadi e-Sport ini memang banyak digemari akhir-akhir ini. Terlebih sejak e-Sport menjadi salah satu kompetisi yang dipertandingkan dalam Sea Games pada tahun 2019 dan dalam kejuaraan Asian Games tahun 2018. Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang turut aktif  berkompetisi dalam pertandingan tersebut. Hobi yang saat ini bisa menjadi salah satu peluang besar untuk sukses semakin banyak diminati oleh remaja-remaja Indonesia.  Mereka dapat menuangkan bakat mereka dalam sebuah kompetisi elektronik sport sesuai dengan bidang masing-masing. Untuk itu di Indonesia sendiri ada sebuah wadah yang dapat menampung para pecinta olahraga sport yaitu PB ESI.

Tujuan dari PB ESI mengadakan kompetisi free fire yang diikuti oleh para pelajar dalam wilayah Jabodetabek sendiri untuk dapat mencari bibit unggul yang akan menjadi atlet profesional dan nantinya akan berkompetisi dalam tingkat nasional bahkan internasional. Kegiatan yang diadakan oleh PB ESI ini memperebutkan piala pelajar Jabodetabek season 1 dengan temanya yaitu Pelajar Untuk Negeri. Selain hadiah berupa  piala,  pemenang  kompetisi free fire ini juga akan mendapatkan hadiah senilai 500 juta. Pembagian dari hadiah tersebut yaitu  300 juta bagi para pemenang dari 12 tim terbaik dan sisanya yaitu 200 juta yang akan diberikan sebagai uang pembinaan e-Sport untuk 10 tim terbaik. Kompetisi ini sendiri mulai dibuka pendaftaran pada tanggal 5 November dan berakhir pada tanggal 7 November. Kegiatan yang sendiri berlangsung selama 5 hari berturut-turut yaitu mulai pada tanggal 9 November sampai dengan 13 November.  Babak kualifikasi sendiri diadakan pada tanggal 9 sampai tanggal 10 November. Tim yang telah berhasil lolos dari babak kualifikasi kemudian akan mengikuti pertandingan semi final yang digelar pada tanggal 11 November 2020 secara online. Pertandingan grand final sendiri berbeda dengan pertandingan sebelumnya dan dilangsungkan secara semi online  dii kantor PB e-Sport Indonesia yang tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pertandingan grand final ini akan diadakan pada tanggal 13 November 2020 dan mempertandingkan  12 tim yang akan memperebutkan piala pelajar Jabodetabek.

Berita Arena Olahraga E-Sport Terbaru, Peringati Hari Pahlawan PB ESI Adakan Kompetisi Free Fire

Kompetisi yang diadakan oleh PBSI ini juga memiliki banyak pendaftar. Pelajar yang dapat mengikuti kegiatan ini yaitu pelajar SMP atau sederajat dan SMA atau sederajat. Antusiasme pelajar yang berada di kawasan Jabodetabek sendiri cukup memuaskan. Karena setelah ditutupnya pendaftaran total pendaftar sendiri mencapai 6000 tim yang berasal dari 500 sekolah yang berbeda-beda. Kompetisi free fire yang digelar dalam rangka memperingati hari pahlawan ini diketuai oleh Jenderal Polisi Purnawirawan Prof. Dr. Budi Gunawan. Dan Komjen Pol. Bambang Sunarwibowo yang merupakan ketua harian PB ESI sendiri juga berharap bahwa dengan diadakannya kompetisi free fire tingkat pelajar se-Jabodetabek ini juga dapat memotivasi para pelajar untuk dapat terus melakukan berbagai kegiatan positif dan memiliki prestasi yang baik meskipun sedang dalam keadaan pandemi.Pemilihan game free fire sendiri juga dikarenakan peralatan yang dibutuhkan untuk memainkan game ini tidak sulit untuk disiapkan oleh para pelajar. Dengan harapan kedepannya dapat mengadakan berbagai macam kompetisi e-Sport lain yang dapat menyaring bibit unggul untuk menjadi atlet e-Sport internasional.

Setelah Cedera Eden Hazard Positif Covid19

Setelah Cedera Eden Hazard Positif Covid19

Virus Covid19 hampir sudah menyebar ke seluruh dunia dan semua elemen kegiatan, salah satunya dari dunia olahraga. Terdapat beberapa klub sepak bola yang terkonfirmasi terkena virus ini, mulai dari pemain, pelatih, staf pelatih hingga karyawan yang bekerja di klub tersebut. Sudah banyak klub di Eropa yang pemain, pelatih, staf pelatih ataupun karyawan yang terinfeksi Covid19, mulai dari klub di Inggris, Italia, Jerman, Perancis, hingga Spanyol. Klub-klub sepak bola terkenal  juga bisa terkena virus ini salah satunya klub besar di Spanyol yaitu Real Madrid. Pada hari Jumat tanggal 06 November 2020 seluruh pemain, pelatih, staf pelatih hingga karyawan Real Madrid melakukan tes Covid19. Dari tes tersebut Real Madrid mengumumkan lewat media sosial resminya bahwa ada dua pemain yang terinfeksi Covid 19 yaitu Casemiro dan Eden Hazard. Di samping itu untuk pemain lain, pelatih, staf pelatif dan karyawan  hasil tesnya menyatakan bahwa semuanya negatif Covid19.

 Dengan adanya tambahan pemain Real Madrid yang terinfeksi Covi19 menambah daftar pemain Real Madrid yang terinfeksi virus ini. Absennya dua pemain merupakan ujian bagi Real Madrid karena dua pemain tersebut salah satu pemain utama bagi Real Madrid. Eden Hazard merupakan penyerang yang memberikan permainan yang cukup bagus karena berhasil menyumbangkan satu gol ketika melawan Huesca. Sedangkan Casemiro merupakan pemain lini tengah Real Madrid yang tidak tergantikan. Pemain dari Brazil ini selalu mengikuti seluruh pertandingan Real Madrid. Selain Eden Hazard dan Casemiro yang terinfeksi virus ini ada pemain Real Madris lainnya yang sudah terlebih dahulu positif Covid19 yaitu Eder Militao. Walaupun begitu Real Madrid cukup bisa berbahagia karena setelah ini akan masuk pertandingan jeda internasional sehingga selama dua minggu kedepan Real Madrid tidak akan melalukan pertandingan apapun. Dengan demikian ketika Eden Hazard dan Casemiro selesai melakukan isolasi dua pemain tersebut sudah bisa mengikuti kembali pertandingan Real Madrid.

 Khusus untuk Eden Hazard ini merupakan salah satu kabar yang sangat mengejutkan baginya. Eden Hazard atau biasa dipanggil Hazard dinyatakan positif Covid19 pada tanggal 07 November 2020. Kabar bahwa Eden Hazard terkena virus ini menjadi mimpi buruk bagi Hazard karena sebelum positif Covid19 dia mengalami cedera otot dan masalah kebugaran. Karena masalah cedera ini Hazard belum bisa ikut membela Real Madrid dalam tujuh pertandingan. Pada bulan Oktober 2020 Hazard sudah pulih dari cedera yang ia alami, setelah pulih Hazard sudah bisa bermain membela Real Madrid namun hanya tiga pertandingan saja dan setelah itu Hazard dinyatakan positif Covid19. Hazard termasuk orang tanpa gejala karena tidak ada ciri-ciri terkena virus ini dan keadaan Hazard saat ini baik-baik saja, untuk itu Hazard hanya harus melakukan isolasi mandiri kurang lebih selama dua minggu. Menjadi salah satu orang yang dinyatakan positif Covid19 membuat Hazard tidak bisa mengikuti  pertandingan Real Madrid di musim ini. Setelah pindah ke Real Madrid Hazard baru bermain sebanyak 22 kali dengan hanya mencetak satu gol saja. Pemain yang sebelumnya bermain di Chelsea ini sangat tidak beruntung, karena setelah bisa beradaptasi dengan permainan Real Madrid ia dinyatakan positif Covid19. Salah satu hal yang menyebabkan Hazard membutuhkan waktu untuk beradaptasi juga dikarenakan cedera yang ia alami.

Setelah Cedera Eden Hazard Positif Covid19

Salah satu pihak yang menanggapi masalah ini adalah adik dari Eden Hazard sendiri, Thorgan Hazard. Thorgan berpendapat bahwa kakaknya juga tidak beruntung karena setelah dia mulai beradaptasi dengan permainan Real Madrid namun Eden Hazard harus terinfeksi Covid19. Thorgan juga mendoakan kakaknya agar bisa cepat sembuh dan sehat kembali agar bisa kembali bertandinng bersama klubnya, Real Madrid. Thorgan juga yakin kakaknya bisa bertanding dan memberikan permainan terbaiknya seperti di klub sebelumnya Chelsea, karena Thorgan percaya bahwa kakaknya merupakan salah satu pemain terbaik di dunia. Selain tidak bisa membela Real Madrid akibat positif Covid19, hazard juga tidak dipanggil oleh negarannya Belgia. Pelatih Belgia, Roberto Martinez tidak ingin mengambil resiko karena sebelum terinfeksi Covid19  Roberto menilai bahwa Hazard belum sembuh total dari cedera saat bermain di Real Madrid. Keputusan yang Roberto ambil karena mempertimbangkan kesehatan Hazard walaupun Roberto mempunyai perjanjian dengan Real Madrid untuk melatih kebugaran Hazard sebelum bermain dengan Real Madrid kembali. Tim nasional Belgia akan menjalani tiga kali pertandingan di jeda internasional, salah satunya menghadapi Swiss. Selain itu Belgia juga akan melakukan dua pertandingan UEFA Nations Leauge melawan Inggris dan Denmark. Meskipun demikian Eden Hazard tetap mengikuti latihan bersama pemain Belgia lainnya sebelum dia terinfeksi Covid19. Diperkirakan Eden Hazard akan selesai menjalani isolasi mandiri pada tanggal 22 November 2020.

Kegagalan Valentino Rossi Dalam Mendapatkan Poin Di Sirkuit Eropa 2020

Kegagalan Valentino Rossi Dalam Mendapatkan Poin Di Sirkuit Eropa 2020

Siapa sih yang tidak kenal dengan MotoGP? Tentunya semua orang kenal dengan olahraga tersebut, baik anak-anak maupun yang dewasa. Motoscycle Grand Prix atau yang lebih sering kita kenal dengan sebutan MotoGP ini merupakan balapan motor bergengsi yang memiliki izin dan diakui oleh seluruh negara. Selain itu, motor yang digunakan dalam balapan juga berbeda dengan motor yang sering kita pakai di kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan lintasan serta jalan yang digunakan berbeda, sehingga motor yang dipakai juga di desain khusus mengikuti lintasannya. Dalam olahraga MotoGP ini, tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan Valentino Rossi. Valentino Rossi ini sering dijuluki oleh penggemarnya dengan sebutan The Doctor. Selain itu, Valentine Rossi atau biasa kita kenal dengan Rossi ini merupakan seorang pembalap di MotoGP yang sudah terkenal di berbagai dunia dengan kemampuannya yang memenangkan kejuaraan 7 tahun berturut-turut hingga mendapatkan titel juara dunia di empat kelas yang berbeda.  Ia mendapatkan kejuaraanya pada saat Ia masih tergabung di tim Honda. Namun pada awal tahun 2004, Rossi memutuskan untuk pindah haluan dan masuk ke dalam tim Yamaha.

Di tahun 2020 MotoGP Teruel, Valentino Rossi absen dari balapan, hal ini dikarenakan Rossi sang pembalap dinyatakan Covid19 pada hari Kamis 15 Oktober 2020. Tim Monster Energy Yamaha juga membenarkan hal tersebut dan mengumumkan bahwasanya Ia tidak mengajukan atau memakai pembalap pengganti Rossi, sehingga Ia terpaksa absen dalam pertandingan perdana di Italia. Valentine Rossi juga diharuskan untuk mengisolasi diri selama 10 hari, hal ini juga sesuai dengan peraturan Perdana dari Menteri Italia. Akan tetapi, menurut aturan Federasi Balap Motor Internasional, setiap tim yang mengikuti balapan tersebut wajib mempunyai pembalap pengganti seandainya pembalap utama berhalangan. Pembalap penggant juga harus hadir dan ikut latihan selama 10 hari sebelum perlombaan dimulai. Hal ini tentunya membuat tim dari Valentino Rossi berpikir dengan keras karena pada dasarnya tim Monster Energy Rossi ini kekurangan sumber daya manusia, mengingat protokol Covid19 yang harus dipatuhi. Dengan demikian akhirnya tim dari Valentino Rossi mengundurkan diri secara resmi dari pertandingan IRTA di Italia pada hari Jumat 16 Oktober 2020. Pengunduran diri yang dilakukan karena memiliki alasan yang kuat dan dapat diterima.

Kegagalan Valentino Rossi Dalam Mendapatkan Poin Di Sirkuit Eropa 2020

Pada hari Jumat 06 November 2020, Valentino Rossi kembali melakukan tes PCR yang kedua untuk memastikan dirinya sembuh dari Covid19 dan hal ini terbukti dengan hasilnya yang menunjukkan hasil negatif. Hasil ini membuat Rossi bisa mengikuti balapan seri yang ke-12 MotoGP Eropa 2020. Hal ini tentunya menjadi momen yang berarti dan bagus untuk Rossi namun nyatanya, Rossi kembali mengalami kendala serta gangguan dan gagal dalam memenangkan balapan seri di Eropa. Mengapa demikian? Hal ini terjadi karena motor yang Ia gunakan saat balapan mengalami masalah perangkat elektronik sehingga membuat motornya mati setelah melewati 5 lap. Kejadian yang Ia alami ini tentunya akan membuat catatan buruk performa dari The Doctor Valentino Rossi dan juga Yamaha di musim 2020. Tidak hanya itu, pembalap tim Yamaha yang biasanya masuk ke dalam 10 besar pada saat itu merosot jauh dari yang diperkirakan.

Reaksi yang ditunjukkan The Doctor Valentino Rossi dalam kegagalan balap seri ini  sangatlah mengejutkan. Biasanya pembalap akan merasa marah dan kesal, namun Valentino Rossi menunjukkan reaksi yang justru kebalikan dari biasanya. The Doctor ini hanya tertawa dan sudah kehabisan kata-kata dengan motor yang Ia gunakan saat performa balapan ini berlangsung. Kondisi ini membuat Rossi meminta agar Yamaha memperbaiki sistem perangkat elektronik motor yang digunakan untuk balapan serta meminta agar Yamaha belajar dan melihat Suzuki yang tampil sangat baik di tahun 2020. Dalam balapan di tahun ini, Suzuki tampil apik dan para pembalapnya konsisten untuk mempertahankannya. Hal ini tentunya membuat Rossi menyayangkan sikap Yamaha yang belum melakukan terobosan dan perubahan terhadap motornya yang di musim terakhir ini kerap memiliki banyak masalah. Rossi juga mengatakan bahwasanya Suzuki berhasil dalam menggabungkan metode Eropa atau Italia dengan metode Jepang serta Suzuki memahami tentang ban motor yang tidak diketahui oleh Yamaha. Selain itu, Suzuki juga mampu dalam mengatasi masalah mesin yang digunakan dalam motor balapan tersebut. Hal ini juga yang memicu kekecewaanya terhadap Yamaha, karena pada dasarnya mesin yang digunakan oleh Suzuki dan Yamaha sama. Akan tetapi, Suzuki mampu keluar dari masalah musiman mesin sedangkan Yamaha masih jalan ditempat. Dengan kegagalan performa di balapan seri Eropa ini membuat The Doctor Valentino Rossi gagal dalam mendapatkan poin dalam empat balapan yang berturut-turut setelah tiga kali balapan sebelumnya mendapatkan kecelakaan yang membuat Valentino Rossi ini gagal melawati garis finish.

Pengunduran Liga 1 2020 Banyak Menuai Kontroversi

Pengunduran Liga 1 2020 Banyak Menuai Kontroversi

Adanya informasi mengenai pergeseran Liga 1 yang semula direncanakan pada tahun 2020 menjadi tahun 2021 banyak menimbulkan spekulasi di kalangan masyarakat. Menyikapi hal ini, banyak orang yang beranggapan bahwa apakah mungkin PSSI akan menggelar 2 musim sekaligus dalam satu tahun atau satu kalender kompetisi. Setelah beberapa kali mengalami perubahan dan pergantian jadwal, PSSI ahirnya berhasil menetapkan bahwa Liga 1 2020 telah diundur sampai Februari 2021. Keputusan ini diambil dari hasil rapat Exco yang terlaksana pada 28 Oktober 2020, sedangkan penetapan keputusan pengunduran dilakukan pada tanggl 29 Oktober 2020. Pengunduran atau kegagalan pelaksanaan liga pada tahun 2020 ini dikarenakan tidak adanya izin dari pihak kepolisian mengenai acara ini sebagai respon dalam pencegahan dan penanganan pandemi covid-19 di Indonesia, mengingat kerumunan dan aksi keramaian pasti tidak akan bisa dihindari ketika acara berlangsung.

Liga 1 pada Maret 2020  sempat berjalan selama beberapa pekan sampai pada akhirnya berakhir. Sedangkan Liga 2 sama sekali belum terlaksana sehingga PSSI sempat merencakan bahwa pelaksanaan Liga 1 akan dilanjutkan pada pertengahan tahun sekitaran bulan Juni ataupun Juli. Akan tetapi adanya situasi pandemi yang belum juga membaik, bahkan sempat mencapai titik puncaknya pada pertengahan tahun 2020, maka acara Liga kembali diundur pada bulan Oktober. Sampai pada akhirnya telah mendekati waktu yang telah disepakati, pihak kepolisian belum juga mengeluarkan surat izin mengenai pelaksanaan acara ini sehingga pelaksanaannya kembali diundur menuju tahun 2021. Hal ini dilakukan dengan sangat terpaksa demi kepentingan dan kebaikan bersama, meski pada dasarnya tim telah melakukan persiapan dan latihan dengan matang layaknya pelatihan dan persiapan yang biasanya dilakuakn ketika akan melakukan pertandingan bukan dalam situasi pandemi seperti saat ini.

Pengunduran Liga 1 2020 Banyak Menuai Kontroversi

Ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan mengungkapkan bahwa segala sesuatunya diserahkan pada pihak kepolisian demi kemanan dan kebaikan bersama. Beliau menegaskan bahwa latihan dan keinginan tim dikembalikan kepada pihak kepolisian, terlebih pada waktu pelaksaannya apakah bulan November, Desember atau justru awal sampai pertengahan bulan di tahun 2021. Mendengar keputusan dan informasi mengenai pengunduran acara ini sempat menuai beberapa kontroversi, terlebih mengenai masalah kontrak dengan pemain. Kebanyakam pemain, baik itu pemain lokal ataupun asing yang tergabung dalam Liga 1 memiliki kontrak kerja sampai dengan akhir musim pertandingan atau akhir tahun. Oleh sebab itu, sampai akhir bulan Desember 2020 ini mereka tidak lagi memiliki kontrak kerja sebagai tim yang tergabung dalam Liga. Hal ini akan terjadi pada seluruh pemain kontrak, baik itu ketika mereka melakukan pertandingan atau tidak. Dengan demikian, tim Liga harus melakukan negosiasi ulang dengan para pemainnya dikarenakan bursa transfer mengenai pergantian pemain rata-rata juga telah ditutup pada akhir tahun sehingga pemain akan mengalami kesulitan jika menginginkan perpindahan tim.

Selanjutnya, pengunduran ini juga menimbulkan beberapa permasalahan terkait dengan kalender kompetisi. Dalam hal ini, banyak juga orang yang bertanya-tanya mengenai siapa yang nantinya akan mewakili Indonesia dalam ajang Piala AFC tahun 2021 jika Liga 1 nantinya akan digelar pada tahun yang sama. Jika misalnya pemain Piala AFC diambilkan dari pemenang Liga 1, maka kompetisi perebutan piala AFC keburu berakhir. Sementara itu, banyak kabar yang beredar bahwa PSSI akan menggelar Liga pada bulan awal sampai pertengahan di tahun 2021 yakni antara Februari sampai dengan Juli. Setelah musim liga 1 selesai, maka baru dilanjutkan ke musim pertandingan selanjutnya yang besar kemungkinan akan terlaksana sampai akhir tahun atau bahkan sampai 2022. Menyikapi hal ini, banyak orang beranggapan bahwa PSSI justru mengambil langkah yang tidak tepat mengingat satu kali kompetisi dalam satu tahun saja bisa terbilang cukup ribet, terlebih jika digelar dua kompetisi sekaligus.

Dalam menyikapi hal ini, PSSI diharapkan mampu mengambil keputusan dan langkah yang logis dengan cara mengubah titel Liga 1 dengan cara mengambil separuh musim pertandingan layaknya tim-tim sepak bola yang bermain  di bebarapa Liga Eropa. Selain itu, penghapusan Liga 1 2020 dan penggantian Liga 1 2021 juga bisa diambil sebagai langkah konkret dalam mengatasi dan mencegah terjadinya kesulitan dalam pelaksanaan Liga pasca pandemi covid-19. Berdasarkan beberapa masalah yang telah diuraikan di atas, bisa diketahui bahwa pengunduran Liga 1 sebagai akibat adanya pandemi covid-19 yang melanda tanah air mampu memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi keberlangsungan kompetisi dan kemajuan sepak bola Indonesia. Oleh sebab itu, PSSI diharapkan mampu mengambil langkah yang benar dan tepat agar tidak banyak terjadi kesulitan dalam pelaksanaan acara dan beberapa ajang kompetisi sepak bola di waktu yang berdekatan atau musim pertandingan selanjutnya, baik itu dalam tahun yang sama ataupun tahun-tahun berikutnya.

Fakta Menarik Tentang Pemilihan Pemain Garuda Select Jilid 3

Fakta Menarik Tentang Pemilihan Pemain Garuda Select Jilid 3

Berita olahraga seputar sepak bola belum lama ini sempat dihebohkan dengan sejumlah informasi populer mengenai fakta tentang pemilihan pemain yang nantinya akan diajukan dalam ajang Garuda Select Jilid 3. Sebagai upaya untuk menyukseskan ajang ini, pelatih PSSI, Dennis Wise bersama Dess Walker banyak berperan aktif di dalamnya. Mereka telah berhasil memilih pemain berjumlah 21 orang yang nantinya akan dikirim untuk mengikuti pelatihan di Inggris dan Eropa. Mereka beranggapan bahwa kualitas pemain sepak bola Indonesia pada dasarnya tidak diragukan lagi sehingga keberadaanya dalam kancah internasional mampu bersaing dengan beberapa tim dari negara lain. Dari 21 orang yang telah terpilih untuk dikirim ke Inggris, kedua pelatih PSSI tersebut merasa puas dikarenakan saat ini semakin banyak dijumpai pemain sepak bola Indonesia yang potensial sehingga bisa dilakukan pengembangan secara maksimal.

Fakta Menarik Tentang Pemilihan Pemain Garuda Select Jilid 3

Adanya program Garuda Select Jilid 3 dinilai banyak memberikan keuntungan, terlebih bagi perkembangan dan kemajuan sepak bola Indonesia. Ucapan syukur juga telah dinyatakan oleh Mochamad Iriawan sebagai ketua umum PSSI karena pada situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini program Garuda Select terap bisa dijalankan meskipun dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Selanjutnya dalam proses pemilihan calon pemain yang akan dikirm dalam ajang Garuda Select ini terdapat beberapa fakta menarik yang mungkin jarang diketahui oleh masyarakat. Adapun beberapa faktanya ialah sebagai berikut:

1. Proses Penjaringan dilaksanakan dengan cara bekerja sama dengan beberapa federasi yang ada di tiap-tiap daerah di seluruh Indonesia. Dalam hal ini, digelar kompetisi lokal yang nantinya akan menghasilkan satu pemain unggulan untuk dikirimkan ke pusat. Proses seleksi dari tiap-tiap daerah ini berhasil diikuti oleh pemain sepak bola dari berbagai latar belakang pendidikan dan kepelatihan seperti misalnya pemain jebolan dari Piala Soeratin ataupun kompetisi Liga Topskor. Selain itu, Denise Wise juga mengungkapkan bahwa pemain yang berasal dari Elite Pro Academi Liga 1 U-16 juga banyak ikut serta dalam kompetisi daerah. Dalam kompetisi lokal tiap daerah juga terdapat penjaringan di dalamnya seperti misalnya perwakilan pemain tiap kabupaten atau kota yang maju ke tingkat provinsi. Sementara itu, terdapat juga beberapa  pemain yang terpilih sebagai hasil dari pengawasan langsung (scouting) oleh tim pelatih dari Dennise Wise.

2. Terdapat 4 orang pemain yang sebelumnya telah bermain dam ajang Garuda Select Jilid 2 yakni Rafli Asrul, Kakang Rudianto, Edgar Amping dan Fernando Pamungkas. Dennis Wise menyatakan bahwa ke-4 pemain sepak bola tersebut akan dikirim kembali ke Inggris sebagai pemain Garuda Select Jilid 3 agar nantinya bisa menjadi contoh bagi pemain-pemain lainnya. Mereka dianggap telah memiliki keahlian dan pengalaman sehingga paham mengenai apa yang harus dilakukan setibanya disana kelak. Disamping itu, bakat dan kemampuan yang dimiliki oleh ke-4 pemain yang telah disebutkan di atas juga sudah tidak diragukan lagi. Meski demikian, mereka tetap mengikuti pelatihan dan karantina layaknya pemain lainnya yang  belum pernah tergabung di ajang Garuda Select.

3. Setelah berhasil memilih 21 orang sebagai pemain terbaik Imdonesia, mereka akan segera diterbangkan ke Inggris dalma waktu dekat ini sebagai tim Garuda Select Jilid 3. Berdasarkan rencana yang telah ditetapkan, konon kabarnya pemusatan dan pelatihan akan berlangsung sampai dengan bulan Mei 2021 kelak. Mengingat ajang ini telah mencapai jilid 3, maka besar kemungkinan jenis pelatihan yang dilakukan akan semakin intensif dan maksimal dibandingkan 2 jilid sebelumnya. Hal ini juga sempat dikemukakan oleh Dennis Wise sebagai pelatih PSSI yang nantinya akan melatih tim Garuda secara maksimal agar dapat bersaing dengan tim sepak bola muda asal Inggris dan beberapa negara di  Eropa.

Berdasarkan ke-3 fakta yang telah disebutkan di atas, bisa diketahui bahwa proses pemilihan tim Garuda Select Jilid 3 terbilang cukup kompleks dan sangat ketat. Oleh sebab itu, 21 pemain yang telah disebutkan termasuk orang-orang terpilih yang nantinya diharapkan mampu membawa nama baik Indonesia di kancah olahraga dunia ketika unggul bersaing dengan tim sepak bola dari negara-negara di kawasan Eropa. Adanya Garuda Select Jilid 3 ini memang dirasakan banyak memberikan manfaat dan keuntungan bagi kedua belah pihak, baik Indonesia ataupun tim dari negara lain. Dengan demikiam, perkembangan dan kemajuan bidang olahraga sepak bola semakin mudah diraih melalui adanya pelatihan dan kompetisi yang sudah setingkat internasional ini. Meski terlaksana dalam situasi pandemi covid-19 seperti saat ini, namun tidak menganggu keberlanjutan acara karena protokol kesehatan yang ketat dan memadai tetap dijalankan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan mengingat durasi atau waktu pelatiahan dan karantinnya juga berjalan selama beberapa bulan.