Kegagalan Valentino Rossi Dalam Mendapatkan Poin Di Sirkuit Eropa 2020

Siapa sih yang tidak kenal dengan MotoGP? Tentunya semua orang kenal dengan olahraga tersebut, baik anak-anak maupun yang dewasa. Motoscycle Grand Prix atau yang lebih sering kita kenal dengan sebutan MotoGP ini merupakan balapan motor bergengsi yang memiliki izin dan diakui oleh seluruh negara. Selain itu, motor yang digunakan dalam balapan juga berbeda dengan motor yang sering kita pakai di kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan lintasan serta jalan yang digunakan berbeda, sehingga motor yang dipakai juga di desain khusus mengikuti lintasannya. Dalam olahraga MotoGP ini, tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan Valentino Rossi. Valentino Rossi ini sering dijuluki oleh penggemarnya dengan sebutan The Doctor. Selain itu, Valentine Rossi atau biasa kita kenal dengan Rossi ini merupakan seorang pembalap di MotoGP yang sudah terkenal di berbagai dunia dengan kemampuannya yang memenangkan kejuaraan 7 tahun berturut-turut hingga mendapatkan titel juara dunia di empat kelas yang berbeda.  Ia mendapatkan kejuaraanya pada saat Ia masih tergabung di tim Honda. Namun pada awal tahun 2004, Rossi memutuskan untuk pindah haluan dan masuk ke dalam tim Yamaha.

Di tahun 2020 MotoGP Teruel, Valentino Rossi absen dari balapan, hal ini dikarenakan Rossi sang pembalap dinyatakan Covid19 pada hari Kamis 15 Oktober 2020. Tim Monster Energy Yamaha juga membenarkan hal tersebut dan mengumumkan bahwasanya Ia tidak mengajukan atau memakai pembalap pengganti Rossi, sehingga Ia terpaksa absen dalam pertandingan perdana di Italia. Valentine Rossi juga diharuskan untuk mengisolasi diri selama 10 hari, hal ini juga sesuai dengan peraturan Perdana dari Menteri Italia. Akan tetapi, menurut aturan Federasi Balap Motor Internasional, setiap tim yang mengikuti balapan tersebut wajib mempunyai pembalap pengganti seandainya pembalap utama berhalangan. Pembalap penggant juga harus hadir dan ikut latihan selama 10 hari sebelum perlombaan dimulai. Hal ini tentunya membuat tim dari Valentino Rossi berpikir dengan keras karena pada dasarnya tim Monster Energy Rossi ini kekurangan sumber daya manusia, mengingat protokol Covid19 yang harus dipatuhi. Dengan demikian akhirnya tim dari Valentino Rossi mengundurkan diri secara resmi dari pertandingan IRTA di Italia pada hari Jumat 16 Oktober 2020. Pengunduran diri yang dilakukan karena memiliki alasan yang kuat dan dapat diterima.

Kegagalan Valentino Rossi Dalam Mendapatkan Poin Di Sirkuit Eropa 2020

Pada hari Jumat 06 November 2020, Valentino Rossi kembali melakukan tes PCR yang kedua untuk memastikan dirinya sembuh dari Covid19 dan hal ini terbukti dengan hasilnya yang menunjukkan hasil negatif. Hasil ini membuat Rossi bisa mengikuti balapan seri yang ke-12 MotoGP Eropa 2020. Hal ini tentunya menjadi momen yang berarti dan bagus untuk Rossi namun nyatanya, Rossi kembali mengalami kendala serta gangguan dan gagal dalam memenangkan balapan seri di Eropa. Mengapa demikian? Hal ini terjadi karena motor yang Ia gunakan saat balapan mengalami masalah perangkat elektronik sehingga membuat motornya mati setelah melewati 5 lap. Kejadian yang Ia alami ini tentunya akan membuat catatan buruk performa dari The Doctor Valentino Rossi dan juga Yamaha di musim 2020. Tidak hanya itu, pembalap tim Yamaha yang biasanya masuk ke dalam 10 besar pada saat itu merosot jauh dari yang diperkirakan.

Reaksi yang ditunjukkan The Doctor Valentino Rossi dalam kegagalan balap seri ini  sangatlah mengejutkan. Biasanya pembalap akan merasa marah dan kesal, namun Valentino Rossi menunjukkan reaksi yang justru kebalikan dari biasanya. The Doctor ini hanya tertawa dan sudah kehabisan kata-kata dengan motor yang Ia gunakan saat performa balapan ini berlangsung. Kondisi ini membuat Rossi meminta agar Yamaha memperbaiki sistem perangkat elektronik motor yang digunakan untuk balapan serta meminta agar Yamaha belajar dan melihat Suzuki yang tampil sangat baik di tahun 2020. Dalam balapan di tahun ini, Suzuki tampil apik dan para pembalapnya konsisten untuk mempertahankannya. Hal ini tentunya membuat Rossi menyayangkan sikap Yamaha yang belum melakukan terobosan dan perubahan terhadap motornya yang di musim terakhir ini kerap memiliki banyak masalah. Rossi juga mengatakan bahwasanya Suzuki berhasil dalam menggabungkan metode Eropa atau Italia dengan metode Jepang serta Suzuki memahami tentang ban motor yang tidak diketahui oleh Yamaha. Selain itu, Suzuki juga mampu dalam mengatasi masalah mesin yang digunakan dalam motor balapan tersebut. Hal ini juga yang memicu kekecewaanya terhadap Yamaha, karena pada dasarnya mesin yang digunakan oleh Suzuki dan Yamaha sama. Akan tetapi, Suzuki mampu keluar dari masalah musiman mesin sedangkan Yamaha masih jalan ditempat. Dengan kegagalan performa di balapan seri Eropa ini membuat The Doctor Valentino Rossi gagal dalam mendapatkan poin dalam empat balapan yang berturut-turut setelah tiga kali balapan sebelumnya mendapatkan kecelakaan yang membuat Valentino Rossi ini gagal melawati garis finish.