Pengunduran Liga 1 2020 Banyak Menuai Kontroversi

Adanya informasi mengenai pergeseran Liga 1 yang semula direncanakan pada tahun 2020 menjadi tahun 2021 banyak menimbulkan spekulasi di kalangan masyarakat. Menyikapi hal ini, banyak orang yang beranggapan bahwa apakah mungkin PSSI akan menggelar 2 musim sekaligus dalam satu tahun atau satu kalender kompetisi. Setelah beberapa kali mengalami perubahan dan pergantian jadwal, PSSI ahirnya berhasil menetapkan bahwa Liga 1 2020 telah diundur sampai Februari 2021. Keputusan ini diambil dari hasil rapat Exco yang terlaksana pada 28 Oktober 2020, sedangkan penetapan keputusan pengunduran dilakukan pada tanggl 29 Oktober 2020. Pengunduran atau kegagalan pelaksanaan liga pada tahun 2020 ini dikarenakan tidak adanya izin dari pihak kepolisian mengenai acara ini sebagai respon dalam pencegahan dan penanganan pandemi covid-19 di Indonesia, mengingat kerumunan dan aksi keramaian pasti tidak akan bisa dihindari ketika acara berlangsung.

Liga 1 pada Maret 2020  sempat berjalan selama beberapa pekan sampai pada akhirnya berakhir. Sedangkan Liga 2 sama sekali belum terlaksana sehingga PSSI sempat merencakan bahwa pelaksanaan Liga 1 akan dilanjutkan pada pertengahan tahun sekitaran bulan Juni ataupun Juli. Akan tetapi adanya situasi pandemi yang belum juga membaik, bahkan sempat mencapai titik puncaknya pada pertengahan tahun 2020, maka acara Liga kembali diundur pada bulan Oktober. Sampai pada akhirnya telah mendekati waktu yang telah disepakati, pihak kepolisian belum juga mengeluarkan surat izin mengenai pelaksanaan acara ini sehingga pelaksanaannya kembali diundur menuju tahun 2021. Hal ini dilakukan dengan sangat terpaksa demi kepentingan dan kebaikan bersama, meski pada dasarnya tim telah melakukan persiapan dan latihan dengan matang layaknya pelatihan dan persiapan yang biasanya dilakuakn ketika akan melakukan pertandingan bukan dalam situasi pandemi seperti saat ini.

Pengunduran Liga 1 2020 Banyak Menuai Kontroversi

Ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan mengungkapkan bahwa segala sesuatunya diserahkan pada pihak kepolisian demi kemanan dan kebaikan bersama. Beliau menegaskan bahwa latihan dan keinginan tim dikembalikan kepada pihak kepolisian, terlebih pada waktu pelaksaannya apakah bulan November, Desember atau justru awal sampai pertengahan bulan di tahun 2021. Mendengar keputusan dan informasi mengenai pengunduran acara ini sempat menuai beberapa kontroversi, terlebih mengenai masalah kontrak dengan pemain. Kebanyakam pemain, baik itu pemain lokal ataupun asing yang tergabung dalam Liga 1 memiliki kontrak kerja sampai dengan akhir musim pertandingan atau akhir tahun. Oleh sebab itu, sampai akhir bulan Desember 2020 ini mereka tidak lagi memiliki kontrak kerja sebagai tim yang tergabung dalam Liga. Hal ini akan terjadi pada seluruh pemain kontrak, baik itu ketika mereka melakukan pertandingan atau tidak. Dengan demikian, tim Liga harus melakukan negosiasi ulang dengan para pemainnya dikarenakan bursa transfer mengenai pergantian pemain rata-rata juga telah ditutup pada akhir tahun sehingga pemain akan mengalami kesulitan jika menginginkan perpindahan tim.

Selanjutnya, pengunduran ini juga menimbulkan beberapa permasalahan terkait dengan kalender kompetisi. Dalam hal ini, banyak juga orang yang bertanya-tanya mengenai siapa yang nantinya akan mewakili Indonesia dalam ajang Piala AFC tahun 2021 jika Liga 1 nantinya akan digelar pada tahun yang sama. Jika misalnya pemain Piala AFC diambilkan dari pemenang Liga 1, maka kompetisi perebutan piala AFC keburu berakhir. Sementara itu, banyak kabar yang beredar bahwa PSSI akan menggelar Liga pada bulan awal sampai pertengahan di tahun 2021 yakni antara Februari sampai dengan Juli. Setelah musim liga 1 selesai, maka baru dilanjutkan ke musim pertandingan selanjutnya yang besar kemungkinan akan terlaksana sampai akhir tahun atau bahkan sampai 2022. Menyikapi hal ini, banyak orang beranggapan bahwa PSSI justru mengambil langkah yang tidak tepat mengingat satu kali kompetisi dalam satu tahun saja bisa terbilang cukup ribet, terlebih jika digelar dua kompetisi sekaligus.

Dalam menyikapi hal ini, PSSI diharapkan mampu mengambil keputusan dan langkah yang logis dengan cara mengubah titel Liga 1 dengan cara mengambil separuh musim pertandingan layaknya tim-tim sepak bola yang bermain  di bebarapa Liga Eropa. Selain itu, penghapusan Liga 1 2020 dan penggantian Liga 1 2021 juga bisa diambil sebagai langkah konkret dalam mengatasi dan mencegah terjadinya kesulitan dalam pelaksanaan Liga pasca pandemi covid-19. Berdasarkan beberapa masalah yang telah diuraikan di atas, bisa diketahui bahwa pengunduran Liga 1 sebagai akibat adanya pandemi covid-19 yang melanda tanah air mampu memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi keberlangsungan kompetisi dan kemajuan sepak bola Indonesia. Oleh sebab itu, PSSI diharapkan mampu mengambil langkah yang benar dan tepat agar tidak banyak terjadi kesulitan dalam pelaksanaan acara dan beberapa ajang kompetisi sepak bola di waktu yang berdekatan atau musim pertandingan selanjutnya, baik itu dalam tahun yang sama ataupun tahun-tahun berikutnya.